Langsung ke konten utama

Bulan Desember

Desember yang halu
Kilatan kata saling bergemuruh
Menjadi boomerang yang paling ampuh
Untuk sekedar menyanjung hati yang menunggu
Awal waktu menjadi kabut
Bagi orang yang bernyali ciut
Rintik perasaan tak terbendung
Membasahi pipi yang menggelembung
Angin malam berhembus kecang
Menghempas hati yang berperang
Menjahukan janji-janji sekarang
Tentang perasaan yang belum tentu datang
Ungkapan istilah menjadi favorit
Untuk membela sakit yang menjerit
Melapangkan jiwa yang padat
Oleh banyaknya luka yang dijerat
Sakit hati karena janji
Kalau memang mendapati
Sehabis hujan akan terbit pelangi
Setelah Janji yang teringkari

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Balasan Yang Bukan Harapan

  Masa SMA adalah masa yang paling indah bagi kebanyakan orang. Sebab, pada masa itulah kita atau sebagian orang-orang mulai mengenal jati diri, juga mendalami arti sebuah perasaan. Diantara orang-orang itu, aku adalah salah satunya. Adinda Anastasya, itu nama lengkapku yang telah diberikan oleh kedua orang tuaku. Tasya,   panggilan akrab yang diberikan teman-teman saat di sekolah. Aku bersekolah di SMA swasta yang cukup favorit di daerah aku tinggal. Di sekolah, aku adalah cewek yang biasa-biasa saja, tidak terlalu cantik jika dibandingkan dengan cewek lainnya, aktif dan sering bergaul bersama teman-teman. Ceritaku dimulai dari situ… “Kring, kring, kring” bunyi alarm yang menunjukkan pukul 05.00 pagi, aku mulai membuka mataku, lalu berkata dalam hati, “Selamat pagi dunia (dengan sangat bersemangat)”. Kemudian, aku melakukan aktivitas pagi seperti cewek-cewek pada umumnya. Ku mulai mandi terlebih dahulu, sarapan, lalu berangkat menuju sekolah. Berjalan kaki adalah kebiasaank...

BAHAGIAMU, BAHAGIAKU JUA

  Aku tahu, Kita sama-sama putus asa Dalam menjalani hidup yang penuh lika-liku Selalu ada nestapa tanpa harsa Sering kali, Kita berpikir tuk mengakhiri semuanya Mengakhiri hidup yang penuh derita ini Merasa tak ada harsa yang tersisa Tetapi Tetaplah bahagia  Kita hadapi nestapa ini Meski nestapa enggan tuk sirna Bahagiamu adalah bahagiaku jua Senyummu adalah pelipur laraku Tawamu adalah penghilang asa Tangismu adalah kelemahan untukku Marilah Kita bersama tuk menghapus nestapa Melawan rasa lelah Untuk menggapai setitik harapan