Langsung ke konten utama

BAHAGIAMU, BAHAGIAKU JUA

 



Aku tahu,

Kita sama-sama putus asa



Dalam menjalani hidup yang penuh lika-liku

Selalu ada nestapa tanpa harsa


Sering kali,

Kita berpikir tuk mengakhiri semuanya

Mengakhiri hidup yang penuh derita ini

Merasa tak ada harsa yang tersisa


Tetapi

Tetaplah bahagia 

Kita hadapi nestapa ini

Meski nestapa enggan tuk sirna


Bahagiamu adalah bahagiaku jua

Senyummu adalah pelipur laraku

Tawamu adalah penghilang asa

Tangismu adalah kelemahan untukku


Marilah

Kita bersama tuk menghapus

nestapa

Melawan rasa lelah

Untuk menggapai setitik harapan


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Balasan Yang Bukan Harapan

  Masa SMA adalah masa yang paling indah bagi kebanyakan orang. Sebab, pada masa itulah kita atau sebagian orang-orang mulai mengenal jati diri, juga mendalami arti sebuah perasaan. Diantara orang-orang itu, aku adalah salah satunya. Adinda Anastasya, itu nama lengkapku yang telah diberikan oleh kedua orang tuaku. Tasya,   panggilan akrab yang diberikan teman-teman saat di sekolah. Aku bersekolah di SMA swasta yang cukup favorit di daerah aku tinggal. Di sekolah, aku adalah cewek yang biasa-biasa saja, tidak terlalu cantik jika dibandingkan dengan cewek lainnya, aktif dan sering bergaul bersama teman-teman. Ceritaku dimulai dari situ… “Kring, kring, kring” bunyi alarm yang menunjukkan pukul 05.00 pagi, aku mulai membuka mataku, lalu berkata dalam hati, “Selamat pagi dunia (dengan sangat bersemangat)”. Kemudian, aku melakukan aktivitas pagi seperti cewek-cewek pada umumnya. Ku mulai mandi terlebih dahulu, sarapan, lalu berangkat menuju sekolah. Berjalan kaki adalah kebiasaank...